Puskesmas Patrang dan Banjarsengon Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Pastikan Warga Ter-cover UHC Sebelum Sakit
JEMBER. barathanews.com – Puskesmas Patrang bersama Puskesmas Banjarsengon menggelar kegiatan Lokakarya Mini Triwulan I tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat layanan kesehatan di kantor Kecamatan Patrang. Kegiatan ini bertujuan untuk menggalang dukungan dari berbagai sektor, mulai dari tingkat kecamatan, tim penggerak PKK, hingga kelurahan guna menyukseskan program-program kesehatan masyarakat.
Salah satu fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah optimalisasi program Universal Health Coverage (UHC) yang merupakan program unggulan Pemerintah Daerah Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember. Program ini dirancang agar seluruh masyarakat Jember memiliki akses kesehatan tanpa perlu mengkhawatirkan biaya BPJS Kesehatan.
Menghapus Kekhawatiran "BPJS Almarhum"
Pihak Puskesmas mengidentifikasi adanya fenomena di mana banyak warga memiliki kartu BPJS yang sudah nonaktif, atau sering disebut sebagai "BPJS Almarhum". Banyak warga merasa takut untuk mengaktifkan kembali kartu tersebut karena kekhawatiran akan adanya beban tunggakan biaya administrasi yang besar.
"Banyak warga yang belum paham soal program UHC. Mereka yang punya BPJS 'almarhum' takut disuruh membayar lagi lanjutannya," ungkap salah satu Lurah dalam rapat koordinasi tersebut. Menanggapi hal ini, dr. Gurid Anggri Diaksa dari Puskesmas Patrang menekankan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai mekanisme pengaktifan kartu melalui UHC.
Sistem Jemput Bola Melalui RT/RW dan Posyandu
Untuk mengatasi kendala pemahaman tersebut, Puskesmas Patrang menerapkan beberapa langkah strategis:
Sosialisasi Melalui Grup RT/RW:
Memanfaatkan grup komunikasi RT/RW se-kecamatan yang telah dibentuk untuk menyebarkan informasi akurat mengenai UHC langsung ke tingkat warga.
Layanan di Tingkat Kader
Warga tidak harus datang ke Puskesmas untuk mendaftar UHC; pendaftaran dapat dilakukan melalui Posyandu atau menghubungi Bidan Wilayah setempat.
Pengecekan Keaktifan:
Warga diimbau untuk proaktif mengecek status kepesertaan mereka melalui bidan atau perawat wilayah sebelum jatuh sakit. "Harapannya jangan sampai menunggu sakit baru bingung BPJS-nya, tapi harapannya sebelum sakit sudah punya BPJS," tegas dr. Gurid Anggri Diaksa.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan seluruh warga di Kecamatan Patrang dapat teredukasi dengan baik sehingga tidak ada lagi hambatan administrasi saat membutuhkan layanan kesehatan darurat. (herry)


Komentar
Posting Komentar