Disnaker Jember Optimalkan Peran BKK untuk Cetak Lulusan Siap Kerja

Bimtek Petugas Antar Kerja 2026

JEMBER . barathanews.com – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Perindustrian Kabupaten Jember menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Antar Kerja Tahun 2026 di Hotel Fortunagrande, Kamis (25/6/2026). 

Agenda strategis ini ditujukan untuk memperkuat tata kelola Bursa Kerja Khusus (BKK) di tingkat SMK dan Perguruan Tinggi agar lebih optimal dalam menyalurkan para lulusan ke dunia kerja. Acara ini dibuka secara resmi oleh Asisten 2 Setkab Jember, Indra Tri Purnomo, serta dihadiri langsung oleh Kepala Disnaker dan Perindustrian Jember Drs. Hadi Mulyono, M.Si., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember dan Lumajang Iwan Triyono, S.H., M.M., dan narasumber dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI.
Dalam  kesempatan  ini, Kepala Disnaker dan Perindustrian Jember, Drs. Hadi Mulyono, M.Si., menyoroti pesatnya perkembangan teknologi saat ini yang bergerak jauh lebih cepat dibanding kesiapan SDM. 

"Teknologi sekarang itu lebih canggih dari panjenengan, lebih cepat dari Bapak Ibu. Ini tolong dipikir apa yang harus dilakukan oleh lembaga pendidikan, perguruan tinggi, maupun SMA/SMK," ujar Hadi Mulyono. 

Ia memaparkan bahwa meski persentase pengangguran di Jember berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur, secara jumlah absolut angkanya masih tergolong besar mencapai ratusan ribu jiwa karena faktor kepadatan penduduk, baik itu pengangguran terbuka maupun mereka yang sekadar bekerja paruh waktu (part-time) atau kerja sambilan.

​Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember dan Lumajang, Iwan Triyono, S.H., M.M., menegaskan komitmen penuh jajarannya untuk mengintegrasikan seluruh jejaring BKK di Jember yang selama ini masih bergerak sendiri-sendiri secara parsial. Ia menerangkan bahwa ke depan pihak cabang dinas berupaya menyatukan wadah kerja sama tersebut ke dalam satu ekosistem yang solid. 

"Ini kami berupaya untuk merangkum, menjadikan satu, sehingga dunia usahanya bisa gabung di situ, SMK-nya semuanya bisa gabung, dan teman-teman siswa mencari kerja itu bisa lebih banyak untuk keserap di wilayah Jember," ungkap Iwan Triyono. 

Hadi Mulyono (tengah) dan Iwan Triyono (kanan)

Iwan juga menambahkan bahwa pihaknya kini menargetkan pelaksanaan tracer study yang ketat agar setiap sekolah memiliki data yang pasti mengenai ke mana para alumni terserap.
Apresiasi terhadap keaktifan tata kelola BKK di wilayah Kabupaten Jember juga disampaikan oleh perwakilan dari Kemenaker RI selaku narasumber, Ardi. Berdasarkan data yang dihimpun, dari total sekitar 78 instansi peserta yang hadir, Kemenaker mencatat mayoritas BKK di Jember sudah bergerak aktif secara legal. 

"Target kami adalah BKK yang belum terdaftar sebenarnya, tapi ternyata alhamdulillah di Jember ini aktif. Mungkin hanya 10 persen yang belum terdaftar," jelas Ardi. 

Ia menegaskan bahwa melalui bimtek ini, para Petugas Antar Kerja dibekali instrumen analisis jabatan hingga sistem ketenagakerjaan agar mampu mendampingi para alumni, memberikan bimbingan jabatan, dan mengantarkan mereka secara taktis ke dunia industri. ( herry)












Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambang Sugihono Kembali Pimpin GM FKPPI Jember, Siap Bersinergi Bangun Daerah

NJOP di Jember Naik Drastis, REI Berharap Pemerintah Jadi Jembatan Komunikasi

Yayasan Sosial Darma Budi Luhur Resmikan Kolumbarium Parantijati Jember, Siap Tampung Ribuan Abu Jenazah