Kejar Sertifikat CPOB 2026, PMI Jember Akselerasi Pengadaan Alat dan Evaluasi Sistem Mutu


JEMBER . barathanews.com – Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember terus mematangkan persiapan demi meraih sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai jalur, pengurus dan tim teknis menggelar rapat evaluasi bersama pada Jumat (19/06).

​Rapat evaluasi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, didampingi jajaran pengurus, Kepala UDD PMI Jember dr. Agus Burhan Syah, serta Tim CPOB.

​Berdasarkan hasil inspeksi awal terkait sistem mutu, peralatan, bahan, hingga kualifikasi validasi, persentase penyelesaian persyaratan dilaporkan sudah sangat tinggi.

​"Total temuan saat ini hanya tersisa 6 persen lagi, artinya progres utama kami telah mencapai 94 persen. Untuk aspek dokumen, total 72 Standar Prosedur Operasional (SPO) juga sudah selesai disahkan," ungkap dr. Burhan dalam paparannya.

​Tim CPOB menargetkan seluruh kekurangan teknis tersebut dapat diselesaikan 100 persen pada Juli 2026. Dengan demikian, berkas pendaftaran resmi ke BPOM RI bisa segera diajukan pada Agustus 2026 mendatang.

​Akselerasi Pengadaan Empat Alat Krusial

​Kendati progres berjalan cepat, evaluasi kali ini juga menyoroti sejumlah kendala logistik yang harus segera diselesaikan, khususnya terkait ketersediaan beberapa fasilitas krusial.

​Berikut adalah status pemenuhan empat alat utama yang menjadi fokus pembenahan:

Plasma Freezer FFP: Saat ini sedang dalam proses pengadaan.

Plasma Freezer Puf: Saat ini sedang dalam proses pengadaan.

​Alat Nucleic Acid Testing (NAT): Direncanakan menggunakan skema Kerja Sama Operasional (KSO).

​Refrigerated Centrifuge (RC): Akan segera dilaksanakan pengadaannya.

​Merespons kendala tersebut, Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) UDD PMI Kabupaten Jember, Aep Ganda Permana, menegaskan komitmennya untuk bergerak cepat melakukan pengadaan logistik yang dibutuhkan demi memenuhi standar ketat BPOM.

​"Kita siap mengadakan peralatan yang dibutuhkan. Dari empat alat utama yang belum ada, dua di antaranya sudah dalam proses. Untuk alat NAT, saat ini masih kami kaji lebih dalam karena informasinya menggunakan skema KSO. Sementara untuk RC (Refrigerated Centrifuge), bisa segera kami laksanakan pengadaannya," tegas Aep.

​Optimisme Menuju Standar Mutu Tertinggi

​Melihat sinergi yang solid antara tim teknis UDD dan bagian pengadaan, Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, mengaku sangat optimistis bahwa target besar di tahun ini akan segera terwujud.

​"Melihat kerja keras dan dedikasi seluruh tim, saya optimistis UDD PMI Kabupaten Jember mampu memenuhi seluruh persyaratan BPOM dan sukses meraih sertifikat CPOB pada tahun 2026 ini," pungkas Zainollah dengan penuh keyakinan.

​Sertifikasi CPOB ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan standar mutu pelayanan darah di Jember, sekaligus menjamin kualitas, keamanan, dan efikasi produk darah yang didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. (*)


Pewarta: herry 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambang Sugihono Kembali Pimpin GM FKPPI Jember, Siap Bersinergi Bangun Daerah

NJOP di Jember Naik Drastis, REI Berharap Pemerintah Jadi Jembatan Komunikasi

Yayasan Sosial Darma Budi Luhur Resmikan Kolumbarium Parantijati Jember, Siap Tampung Ribuan Abu Jenazah