Minim Data Terpilah Gender dan Anak, Dinsos Jember Gelar Pelatihan Profil Data

​JEMBER. barathanews.com  – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jember menggelar Pelatihan Penyusunan Profil Data Sistem Gender dan Anak di Hotel Royal, Selasa (7/7/2026). Langkah ini diambil untuk mendorong ketersediaan data yang valid dan terpusat di wilayah Kabupaten Jember.

​Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (Unej) sekaligus narasumber kegiatan, Diahoro Wurwita, mengungkapkan bahwa pemetaan data terpilah berdasarkan jenis kelamin dan usia di Jember saat ini masih belum maksimal. Menurutnya, meskipun setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengaku telah memiliki data, namun data tersebut belum benar-benar terpilah secara nyata.

"Kami coba memberikan semacam pembagian tugas, misalnya di Dispendukcapil kira-kira data apa yang bisa dicari. Namun, jika tidak ada kebijakan atau instruksi langsung dari Bupati, hal ini akan sulit berjalan karena ego sektoral. Kadang mereka punya data, tetapi hanya untuk kepentingan sendiri dan belum tersentralisasi," ujar Diah.

Menjadi Alat Ukur Pembangunan Daerah

​Senada dengan Diah, narasumber lainnya dari  Yayasan Keluarga Layak Anak Indonesia,  Joko Sutriswanto, menegaskan bahwa penyusunan profil data ini merupakan pekerjaan berat namun sangat krusial. Pasalnya, pengumpulan data ini harus melibatkan seluruh elemen, mulai dari OPD, kecamatan, kelurahan, desa, hingga instansi vertikal seperti Kepolisian, Kemenag, dan Pengadilan Agama (PA).

​Joko menjelaskan bahwa ketersediaan data gender dan anak ini nantinya akan berfungsi sebagai alat ukur penting bagi arah pembangunan di Kabupaten Jember.

​"Manfaatnya adalah memberikan gambaran bahwa ini merupakan alat ukur Gender Policy Statement (GPS) atau kompasnya pembangunan nasional maupun daerah di Kabupaten Jember," tutur Joko.

​Ia berharap, dengan adanya pelatihan ini, Bupati Jember nantinya dapat melihat langsung OPD mana saja yang belum melengkapi data gender dan anak. Hal ini diharapkan bisa mendorong setiap instansi untuk segera menindaklanjutinya hingga ke tahap Anggaran Responsif Gender (ARG), Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG), serta eksekusi riil di lapangan. ( herry)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambang Sugihono Kembali Pimpin GM FKPPI Jember, Siap Bersinergi Bangun Daerah

NJOP di Jember Naik Drastis, REI Berharap Pemerintah Jadi Jembatan Komunikasi

Yayasan Sosial Darma Budi Luhur Resmikan Kolumbarium Parantijati Jember, Siap Tampung Ribuan Abu Jenazah