Gaya Jepang Edukasi Bencana, Puluhan Siswa SDN Puger Kulon 01 Antusias Ikuti Permainan Kreatif JRCS
JEMBER. barathanews.com – Belajar kesiapsiagaan bencana tidak selamanya kaku dan membosankan. Hal ini dibuktikan langsung oleh delegasi Japan Red Cross Society (JRCS) saat menyapa ratusan murid di SD Negeri Puger Kulon 01, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Kamis (6/8).
Lewat skema permainan interaktif yang dibawakan oleh Reo Nakamura—salah satu dari tiga utusan Palang Merah Jepang—materi pengenalan bencana alam disajikan secara menyenangkan. Ratusan siswa tampak antusias berebut berebut menjawab pertanyaan demi membawa pulang cenderamata khas yang diboyong langsung dari Jepang.
Kunjungan Reo Nakamura bersama rekannya, Rio Fuji dan Sena Hasegawa, ini merupakan bagian dari agenda monitoring dan evaluasi program School and Community Resilience (SCR). Program ini merupakan kolaborasi berkelanjutan antara JRCS dan PMI Kabupaten Jember untuk membangun ketangguhan masyarakat dan sekolah menghadapi potensi bencana.
Turut mendampingi jajaran delegasi internasional tersebut, Ketua PMI Kabupaten Jember Zainollah, Sekretaris PMI Gufron Eviyan Efendi, serta para pengurus PMI daerah.
Kepala SDN Puger Kulon 01, Moh. Mohdar, S.Pd., menyampaikan rasa bangganya atas terpilihnya sekolah mereka sebagai lokasi program.
"Kami sangat mendukung penuh program ini dan berharap anak-anak mendapatkan manfaat serta wawasan yang luas. Seluruh guru dan siswa siap mengawal keberlanjutan kegiatan ini," tegas Mohdar.
Di sisi lain, pentingnya pemerataan edukasi juga disuarakan oleh Pengawas Sekolah SD Puger Kulon 01, Bu Yeni. Ia berharap ilmu kesiapsiagaan yang diserap siswa SDN Puger Kulon 01 dapat diimbaskan ke sekolah-sekolah sekitar.
"Harapan kami ada tindak lanjut berkelanjutan. Ilmu yang didapat tidak berhenti di sini, tapi bisa ditularkan ke sekolah lain demi mewujudkan sekolah yang aman dari bencana," ungkap Bu Yeni.
Kelancaran sesi belajar-mengajar interaktif ini turut dikawal oleh duo Pembina Palang Merah Remaja (PMR) SDN Puger Kulon 01, Sri Purwaningsih dan Roni. Sinergi erat antara relawan lintas negara, pengurus PMI, pihak sekolah, hingga pembina PMR ini diharapkan mampu mencetak generasi muda Jember yang tanggap dan sigap bencana sejak usia dini. (*)
Pewarta: herry

Komentar
Posting Komentar