Pembangunan Yon TP di Silo Berjalan, Perhutani Jember Sosialisasikan Lahan Pengganti dan Potensi Ekonomi
JEMBER, barathanews.com – Rencana pembangunan Batalyon Tim Pertempuran (Yon TP) di wilayah Kecamatan Silo terus menunjukkan progres positif. Perum Perhutani KPH Jember bersama pihak terkait konsisten melakukan pendekatan sosial dan sosialisasi kepada masyarakat setempat guna memastikan seluruh legalitas dan mekanisme berjalan transparan.
Wakil Administratur (Adm) Perhutani Jember, Suyono, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya terus merapikan perizinan dan dokumen legalitas agar proses pembangunan dapat diterima dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Ini sambil kita sosialisasi dan pendekatan ke masyarakat. Yang jelas legalitasnya diurus, pemberkasan persuratannya dan seterusnya. Harapannya pada saatnya nanti terbangun, semua pihak legowo dan bisa bermanfaat lebih bagi masyarakat Silo khususnya," ujar Suyono saat diwawancarai, Senin (3/8/2026).
Solusi Lahan Pengganti bagi Kelompok Tani
Terkait dinamika lahan pengganti untuk kelompok tani terdampak, Suyono menjelaskan bahwa Perhutani telah berkoordinasi dengan Kodim (Dandim) untuk memfasilitasi kebutuhan warga. Berdasarkan inventarisasi internal, Perhutani menyiapkan alternatif lahan pengganti di wilayah BKPH Wuluhan.
Mengenai tanggapan warga yang sempat mengeluhkan jarak lahan pengganti yang dinilai cukup jauh, Suyono menegaskan bahwa hal tersebut merupakan opsi paling realistis dan aman dari potensi konflik sosial baru.
"Lokasi di sekitar area pembangunan Silo itu semuanya sudah ada penggarapnya. Kalau kita paksakan pindah di dekat sana, justru akan timbul masalah baru antarwarga. Maka dari itu, alternatif lahan kosong yang siap dan aman memang berada di daerah Wuluhan," jelasnya.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Miliaran Rupiah di Silo
Selain dari sisi legalitas dan lahan, keberadaan Yon TP di kawasan Silo diproyeksikan bakal membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian lokal.
Dengan perkiraan penempatan sekitar 1.000 personel pasukan, perputaran uang di Kecamatan Silo diperkirakan akan melonjak drastis dari konsumsi dan gaji prajurit.
"Bayangkan, ada sekitar 1.000 pasukan. Jika diasumsikan estimasi gaji diputar di sana, perputaran uang bisa mencapai miliaran rupiah per bulan. Ini tentu akan menghidupkan pertokoan, usaha kuliner, jasa laundry, hingga sektor usaha masyarakat lainnya," pukas Suyono.
Tak hanya itu, pada tahap konstruksi dan pembangunan fisik kawasan, penyerapan tenaga kerja lokal juga akan diprioritaskan.
"Pasti melibatkan tenaga kerja dari warga sekitar kawasan hutan. Tidak mungkin mengabaikan potensi lokal. Kehadiran Yon TP ini kami meyakini akan menjadi lompatan kemajuan tersendiri bagi Kecamatan Silo," pungkasnya. ( herry)

Komentar
Posting Komentar