Usung Tema Perjuangan di Karnaval Desa, SDN Jatisari 1 Tanamkan Semangat Nasionalisme Sejak Dini

Peserta Karnaval SDN Jatisari 01

JEMBER, barathanews.com — Pemerintah Desa (Pemdes) Jatisari, Kecamatan Jenggawah, menggelar Karnaval Budaya dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia pada Senin (31/8/2026). Di antara maraknya peserta pawai pelajar pada sesi siang hari, penampilan kontingen SDN Jatisari 1 berhasil menarik perhatian warga lewat pesan edukatif dan historis yang diusungnya.

Sebanyak 149 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 diturunkan secara penuh untuk memeriahkan parade tersebut. Pihak sekolah secara khusus memilih tema perjuangan dan kebhinekaan guna mengembalikan esensi patriotisme dalam perayaan kemerdekaan.

Perwakilan guru SDN Jatisari 1, Erna Rahmawati, mengungkapkan alasan mendasar di balik pemilihan tema tersebut. Menurutnya, perayaan karnaval belakangan ini kerap kehilangan esensi utamanya, sehingga pihak sekolah berinisiatif mengangkat kembali nilai-nilai sejarah.

"Kami lihat untuk karnaval seperti kehilangan temanya sendiri. Jadi kami coba mengangkat kembali tema perjuangan. Anak-anak menggunakan pakaian pejuang untuk mengingatkan bahwa Indonesia merdeka itu tidak mudah dan mempertahankannya lebih sulit," ujar Erna Rahmawati saat diwawancarai di lokasi peragaan, Senin (31/8/2026).

Selain menekankan nilai historis, Erna menjelaskan bahwa seluruh ornamen parade disiapkan secara sederhana dengan memanfaatkan bahan lokal seperti bambu pekarangan agar tidak membebani para orang tua siswa.

"Kami mencoba untuk tidak memberikan beban kepada wali murid. Anak-anak pakaiannya sederhana. Harapan kami HUT RI ini menjadi penyemangat bagi generasi baru, jangan melupakan pejuang-pejuang kita yang sudah berusaha susah payah memerdekakan bangsa," lanjut Erna.

Sinergi antara wali murid dan guru 

Langkah sekolah ini mendapat apresiasi hangat dari para wali murid. Jamari, salah satu wali murid kelas 3 SD yang baru pertama kali ikutan berpartisipasi, mengaku sangat bangga dan antusias melihat kolaborasi antara pihak sekolah, siswa, dan orang tua. Bahkan, beberapa warga rela mengeluarkan modal mandiri—seperti menampilkan ornamen kereta kencana—demi memeriahkan barisan SDN Jatisari 1.

Orang tua juga ikut karnaval 

"Saya sebagai wali murid sangat bangga sekali dan antusias warga luar biasa. Salah satunya kereta kencana ini, dengan modal sendiri tapi tidak merasa rugi demi membanggakan SD 1 dalam rangka kemerdekaan RI ke-81. Terima kasih kepada kepala sekolah yang memberi kelonggaran bagi kami untuk berkolaborasi mewarnai keberagaman budaya Indonesia. Mudah-mudahan SD 1 menjadi sekolah yang teladan," ungkap Jamari.

Rangkaian acara Karnaval Budaya Desa Jatisari ini berlangsung semarak hingga malam hari, yang kemudian dilanjutkan dengan parade peserta umum beriringan dentuman musik sound horeg hingga selesai. ( herry)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambang Sugihono Kembali Pimpin GM FKPPI Jember, Siap Bersinergi Bangun Daerah

Yayasan Sosial Darma Budi Luhur Resmikan Kolumbarium Parantijati Jember, Siap Tampung Ribuan Abu Jenazah

NJOP di Jember Naik Drastis, REI Berharap Pemerintah Jadi Jembatan Komunikasi