Atasi Anak Putus Sekolah, Anggota DPRD Jatim Hj. Hermin Tekankan Melahirkan Generasi Unggul di Jember
![]() |
| Hj. Hermin saat gelar sosialisasi |
JEMBER. barathanews.com — Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Hj. Hermin, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya sinergi bersama untuk melahirkan generasi unggul dan mengatasi permasalahan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Jember. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan bertajuk "Bunda Hermin Menyapa: Kolaborasi Pemerintah, Guru dan Masyarakat Wujudkan Generasi Unggul" yang berlangsung di Hotel Royal Jember, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 150 peserta tersebut turut menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. H. Asnawan dari Universitas Al Falah As-Sunniyyah (UFA) Kencong dan Agus Nur Yasin dari Kencong.
Dalam wawancara usai acara, Hj. Hermin menegaskan bahwa poin utama dari agenda sosialisasi ini adalah mendorong lahirnya bibit-bibit SDM unggul di masa depan melalui perbaikan sektor pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, persoalan pendidikan menjadi sektor kunci yang harus terus dikawal.
"Kaitannya dengan tema hari ini, bagaimana kita di Jember bisa melahirkan bibit-bibit unggul ke depannya. Hal ini sangat berkaitan dengan program kesejahteraan masyarakat, kesehatan, dan terutama pendidikan," ujar politisi yang akrab disapa Bunda Hermin tersebut.
Beliau membeberkan bahwa angka anak putus sekolah di wilayah Jember masih menjadi tantangan, terutama pada kelompok usia tingkat SLTP di mana banyak anak yang terhenti pendidikannya hanya sampai tingkat SD. Kondisi ini berimplikasi langsung terhadap upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.
Guna menekan angka putus sekolah tersebut, pihaknya terus menggalakkan program penanganan ATS secara masif dengan mengarahkan anak usia sekolah ke fasilitas Sekolah Rakyat maupun program Kejar Paket.
"Jangan sampai ada lagi anak yang putus sekolah, makanya kita galakkan penanganan ATS. Bagi anak usia sekolah, kita arahkan masuk ke Sekolah Rakyat. Sedangkan bagi warga yang berusia di bawah 25 tahun, kita dorong untuk mengikuti program kejar paket," jelasnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, tenaga pendidik, dan peran aktif masyarakat, diharapkan akses pendidikan di Kabupaten Jember semakin merata sehingga tidak ada lagi anak yang kehilangan kesempatan belajar.
( herry)


Komentar
Posting Komentar