Simulasi Tsunami di Pantai Selatan, PMI Jember dan Palang Merah Jepang Gelar Latihan Evakuasi Komunitas
JEMBER. barathanews.com — PMI Kabupaten Jember bersama Palang Merah Jepang menggelar latihan evakuasi komunitas di kawasan pesisir pantai selatan Pulau Jawa pada Minggu (13/9). Kegiatan yang melibatkan 500 warga Desa Puger Kulon dan Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger ini bertujuan untuk menguji kesiapsiagaan serta kemampuan masyarakat dalam melakukan evakuasi secara mandiri sesuai prosedur penanggulangan bencana tsunami.
Sebelumnya, warga di dua desa tersebut telah menerima pendampingan program Pengurangan Risiko Bencana (PRB) selama 1,5 tahun dari PMI Jember dan Palang Merah Jepang.
Pengamatan simulasi dilakukan secara kolaboratif bersama Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT). Evaluasi berfokus pada beberapa indikator utama:
* Respons Kedaruratan: Ketenangan warga saat merespons peringatan dini dan tindakan perlindungan diri.
* Kedisiplinan Jalur: Tingkat kepatuhan warga dalam menyusuri jalur evakuasi menuju titik kumpul tanpa kembali ke rumah untuk mengambil barang berharga.
* Kepedulian Sosial: Kesadaran warga dalam memprioritaskan bantuan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
Skenario latihan dimulai saat aktivitas normal warga pesisir Puger terganggu oleh guncangan gempa bumi berpotensi tsunami. Di Dusun Mandaran II RT 3 RW 1 Desa Puger Kulon, warga merespons cepat dengan memukul alat dapur dan kentongan bambu sebagai tanda bahaya. Rombongan warga segera berbondong-bondong menuju titik kumpul, baik dengan berjalan kaki maupun menggunakan sepeda motor untuk mengangkut lansia dan anak-anak.
> "Latihan evakuasi komunitas ini diselenggarakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat desa agar mampu bereaksi cepat, tertib, dan aman saat terjadi bencana. Selain menguji prosedur, kegiatan ini melatih kepedulian warga terhadap kelompok rentan yang membutuhkan pendampingan ekstra," ujar Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, S.Pd., yang mendampingi langsung jalannya simulasi bersama perwakilan Palang Merah Jepang.
>
Kegiatan diakhiri dengan sesi evaluasi bersama untuk memetakan kendala selama proses evakuasi, mulai dari pola perilaku warga, kelayakan jalur evakuasi, hingga efektivitas lokasi titik kumpul. Hasil monitoring dari tim SIBAT akan dijadikan acuan utama dalam menyusun perbaikan sistem mitigasi bencana di kawasan pesisir Jember. (*)
Pewarta; herry

Komentar
Posting Komentar