Bulog Jember Genjot Penyaluran Bantuan Pangan dan Pastikan Stok Beras Aman Hingga 2028
![]() |
| Ade Saputra |
JEMBER- barathanews.com — Perum Bulog Cabang Jember terus menggenjot akselerasi penyaluran program Bantuan Pangan beras bagi masyarakat penerima manfaat di seluruh wilayah Kabupaten Jember. Hingga pertengahan September 2026, realisasi distribusi telah mencapai sekitar 5.300 ton beras atau setara dengan 47 persen dari total pagu yang ditetapkan sebesar 11.300 ton.
Kepala Bulog Cabang Jember, Ade Saputra, menjelaskan bahwa penyaluran periode ini mencakup alokasi tiga bulan sekaligus, yaitu Juli, Agustus, dan September 2026. Melalui skema ini, setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) berhak mendapatkan alokasi beras sebanyak 30 kg.
"Penyaluran terus kami jadwalkan sesuai komitmen bersama Pemerintah Kabupaten Jember. Dari total pagu sekitar 11.300 ton, saat ini sudah terealisasi sekitar 5.300 hingga 5.400 ton," ujar Ade Saputra saat dikonfirmasi, Senin (7/9/2026).
Pihak Bulog Jember menyatakan optimisme tinggi untuk menyelesaikan penyaluran bantuan beras ini sebelum batas waktu resmi yang ditentukan oleh pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).
"Kami optimistis penyaluran alokasi Juli–September ini bisa tuntas sepenuhnya pada 20 September, lebih awal dari tenggat waktu Badan Pangan Nasional yaitu 30 September," lanjut Ade.
Langkah percepatan ini dilakukan guna memastikan kebutuhan pangan masyarakat berpenghasilan rendah dapat segera terpenuhi tanpa kendala distribusi di lapangan.
Menjawab kekhawatiran publik terkait ketersediaan pangan pokok, Bulog Jember memastikan cadangan beras di gudang penyimpanan berada pada kondisi yang sangat aman dan mencukupi untuk jangka panjang.
"Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan beras. Stok yang tersimpan di gudang Bulog Jember saat ini mencapai sekitar 135.000 ton. Angka ini diproyeksikan mencukupi kebutuhan daerah hingga tahun 2028," tegas Ade Saputra.
Program Bantuan Pangan ini dirancang tidak hanya sebagai jaring pengaman sosial, melainkan juga berfungsi sebagai instrumen semi-operasi pasar untuk meredam lonjakan harga beras serta menjaga daya beli masyarakat di tingkat lokal.
Selain penyaluran beras bantuan, Bulog Jember secara konsisten menggelar program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Pasar Murah hingga Desember 2026 mendatang. Program ini dilaksanakan melalui sinergi berkelanjutan bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember.
Proses penyaluran bantuan pangan di lapangan juga berjalan dengan lancar berkat kolaborasi lintas instansi. Sinergi yang kuat dari Bupati Jember serta Dinas Sosial turut mempercepat proses verifikasi data PBP sehingga penyaluran tepat sasaran.
"Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta ketersediaan stok yang sangat memadai, kami yakin seluruh bantuan pangan ini memberikan dampak positif bagi stabilitas ekonomi masyarakat," pungkasnya.
Reporter: Herry
Editor: Redaksi Barathanews.com

Komentar
Posting Komentar