Kepala SMAN 1 Jember Tegaskan Lulusan SMA Harus Punya Orientasi Pendidikan Lanjutan

Dr. Suryadi, S.Pd, M.Pd 

JEMBER. barathanews.com — Kepala SMAN 1 Jember, Dr. Suryadi, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya pemahaman yang tepat di masyarakat mengenai perbedaan orientasi pendidikan antara Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Menurut Suryadi, lulusan SMP atau sederajat pada dasarnya dihadapkan pada dua pilihan jalur pendidikan dengan fokus yang berbeda. SMA diprioritaskan untuk menyiapkan siswa melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi, sedangkan SMK diorientasikan untuk mencetak lulusan yang siap terserap ke dunia kerja.

"Selepas SMP, orang itu dihadapkan dengan kelanjutan pendidikan berikutnya. Pilihannya dua, SMA dan SMK. SMA itu pendidikan yang diprioritaskan untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi. SMK pendidikan yang diorientasikan untuk mereka serap ke dalam dunia kerja," ujar Suryadi saat memberikan penjelasan kepada awak media.

Ia juga meluruskan pandangan sebagian orang tua murid yang menganggap bahwa pendidikan tinggi selalu identik dengan kuliah di perguruan tinggi. Menurutnya, jalur pendidikan lanjutan sangat luas, mulai dari sekolah kedinasan, sekolah tinggi vokasi, hingga program pelatihan keahlian jangka pendek.

"Melanjutkan ke pendidikan tinggi itu tidak harus selalu perguruan tinggi atau kuliah. Pendidikan tinggi itu bisa kuliah, sekolah kedinasan, sekolah tinggi satu tahun, atau sekolah-sekolah vokasi yang bersifat kursus yang memiliki bakat keahlian," jelasnya.

Oleh karena itu, Suryadi mengimbau para siswa SMA untuk membekali diri dengan keahlian sebelum terjun ke dunia kerja. Salah satu opsi yang bisa dimanfaatkan adalah program di Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah atau pelatihan vokasi mandiri.

"Untuk adik-adik yang ada di SMA, niatkan diri untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Jangan seketika begitu lulus SMA langsung kerja, tapi harus mencari satu level keahlian untuk bisa dilakukan," tegasnya.

Khusus di SMAN 1 Jember, Suryadi menyebutkan bahwa serapan lulusan ke perguruan tinggi sejauh ini sudah mencapai angka 84 persen. Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah karena pengumuman seleksi sekolah kedinasan masih berlangsung.

"Sampai saat ini, karena yang kedinasan belum pengumuman, SMAN 1 sudah serapan di 84 persen ke perguruan tinggi. Nanti kalau kedinasan diterima, ya lebih banyak lagi persentasenya," pungkas Suryadi.

(herry)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambang Sugihono Kembali Pimpin GM FKPPI Jember, Siap Bersinergi Bangun Daerah

Yayasan Sosial Darma Budi Luhur Resmikan Kolumbarium Parantijati Jember, Siap Tampung Ribuan Abu Jenazah

NJOP di Jember Naik Drastis, REI Berharap Pemerintah Jadi Jembatan Komunikasi