Dinas Pendidikan Jember Gelar Bimtek Tutor PKBM, Fokus Tekan Angka Anak Tidak Sekolah

Pembuatan Bimtek 

JEMBER. barathanews.com  — Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Tutor PKBM di Hotel Fortunagrande, Selasa (22/9/2026). 

Acara ini dihadiri oleh Perwakilan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), tutor, pengawas, penilik PAUD, serta perwakilan instansi terkait.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, S.STP. Dalam keterangannya, beliau menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas tutorial untuk mengatasi permasalahan pendidikan daerah, khususnya angka Anak Tidak Sekolah (ATS).

"Hari ini bimbingan teknis bagi PKBM dalam rangka peningkatan kompetensi tutorialnya, sehingga nantinya PKBM ini benar-benar bisa mampu mengatasi dan bersinergi dengan Dinas Pendidikan untuk mengurangi ATS yang ada di Kabupaten Jember," ujar Nurul Hafid Yasin.

Ia juga menambahkan harapannya agar lulusan dari PKBM memiliki daya saing dan keterampilan yang setara.

"Kami berharap dengan adanya bimtek ini, serapan atau tampungan dari PKBM terhadap anak tidak sekolah di Kabupaten Jember menjadi besar. Tidak hanya sekadar menerima mereka untuk Dididik, tetapi lulusannya benar-benar memiliki kesetaraan, baik dari kemampuan pengetahuannya maupun keterampilannya," tambahnya.

Sementara itu, Kasi Kurikulum dan Penilaian PAUD dan PNF Dispendik Jember, Okti Anis Safitri, S.Pd, M.Pd menyampaikan bahwa program ini difokuskan pada penerapan keterampilan vokasi guna menjangkau kembali anak-anak yang putus sekolah.

"Hari ini adalah kegiatan bimbingan teknis untuk tutor PKBM, di mana bagaimana sih implementasi keterampilan vokasi yang harusnya dilaksanakan di PKBM. Ini terkait dengan penanganan ATS yang ada di Kabupaten Jember," kata Krestiani Safitri.

Okti juga menjelaskan mengenai perkembangan pendataan data ATS di Kabupaten Jember yang terus diperbarui.

"Jumlah ATS awal sekitar 36.289. Kemudian kami melakukan pemadaman data di Dispendukcapil hingga akhirnya turun sekitar 3.000 menjadi 33.220. Dari sisa itu kami lakukan verifikasi dan validasi (verval) untuk menjangkau anak-anak ini kembali ke sekolah," jelasnya.

Mengenai metode pendekatan ke masyarakat, Okti  menyebutkan pelatihan vokasi disesuaikan dengan minat para peserta didik.

"Di kami ada program pelatihan vokasi di mana kami bekerja sama dengan LKP dan BLK. Pada saat penjangkauan, kami memberikan peminatan kepada mereka untuk mengikuti vokasi apa, sesuai minat mereka baik ke teknik, tata boga, menjahit, maupun tata rias," tuturnya.

Dukungan juga datang dari BBPMP Provinsi Jawa Timur. Harlis Yunizal, S.Pd., M.Kes., mewakili BBPMP Jatim, menilai langkah pemkab ini sangat strategis dalam mempercepat penuntasan angka anak tidak sekolah.

"Ini kan bagian dari salah satu strategi dari Pemerintah Daerah Jember untuk menangani anak tidak sekolah. Perlu ada sebuah strategi aktivitas yang akhirnya memerlukan namanya pemberdayaan dan keterampilan bagi anak-anak peserta didik ini. Oleh Pemerintah Jember, ini difasilitasi dalam bentuk kegiatan bimtek ini," ungkap Harlis Yunizal.

Harlis menegaskan bahwa penanganan ATS menjadi prioritas utama hingga mencapai target yang diharapkan oleh pemerintah pusat.

"Harapannya adalah teman-teman PKBM ini mengambil peran secara nyata. Penuntasan ini sampai habis, karena amanah dari kementerian pusat, ATS itu harus nol. Tapi ini perlu strategi pelan-pelan karena proses mengembalikan anak ke sekolah," pungkasnya.

( herry)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambang Sugihono Kembali Pimpin GM FKPPI Jember, Siap Bersinergi Bangun Daerah

Bupati Jember Lantik Puluhan Pejabat Administrator, Pengawas dan Kepala Puskesmas untuk Percepatan Layanan Publik

Yayasan Sosial Darma Budi Luhur Resmikan Kolumbarium Parantijati Jember, Siap Tampung Ribuan Abu Jenazah