Setelah Vakum 12 Tahun, Ribuan Peserta Antusias Ikuti Gerak Jalan Tradisional Damri di Mumbulsari Jember


JEMBER, barathanews.com – Setelah vakum lebih dari satu dekade, Gerak Jalan Tradisional Dampar-Mumbulsari (Damri) kembali digelar meriah di Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, Sabtu (19/9/2026). Agenda olahraga sekaligus hiburan yang ditunggu-tunggu warga ini disambut antusias oleh seribu lebih peserta dari berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan legendaris ini mengambil titik start di Lapangan Dampar, Desa Kawangrejo, dan menyusuri rute sepanjang 8 kilometer hingga ke garis finis di Lapangan Pliyangan, Mumbulsari.

Gerak jalan Damri sebelumnya merupakan tradisi tahunan Kecamatan Mumbulsari yang terhenti sejak pelaksanaan terakhirnya pada 2014. Pada edisi comeback 2026 ini, panitia menyajikan rute baru yang lebih segar. Jika dulu rute melewati Desa Lengkong hingga tembus Gambiran, kali ini peserta diarahkan dari Dampar menuju Dusun Dawuhan (Desa Kawangrejo), melintasi Dusun Angsanah (Desa Mumbulsari), menyusuri Dusun Sumber Tengah, hingga akhirnya berakhir di Lapangan Pliyangan.


Kembalinya gerak jalan tradisi ini menyulut kegembiraan para peserta. Bambang, salah seorang warga yang ikut meramaikan acara, mengaku sangat senang kegiatan ini hidup kembali.

"Damri ini sudah lama tidak digelar, terakhir tahun 2014. Saya senang sekali bisa diadakan lagi. Ini bukan sekadar olahraga, tetapi momentum bagi warga se-Kecamatan Mumbulsari dari berbagai desa untuk berkumpul dan mempererat tali silaturahmi. Jarang sekali ada momen kebersamaan seperti ini," tuturnya.

Camat Mumbulsari, Wadaatul Mabruroh, menjelaskan bahwa penyelenggaraan kembali Damri 2026 berawal dari tingginya kerinduan dan dorongan langsung dari masyarakat serta pemerintah desa setempat.

"Damri ini sudah lama vakum. Atas permintaan warga masyarakat dan pihak desa yang merindukan tradisi ini, kami mengelolanya kembali," ungkap Wadaatul.

Respon masyarakat pun terbukti luar biasa. Panitia mencatat sebanyak 1.251 peserta perorangan dan 14 regu dari unsur pendidikan turut ambil bagian memadati rute perjalanan.

Selain menjadi wadah silaturahmi dan olahraga bersama, Wadaatul menekankan bahwa ajang yang diselenggarakan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini membawa misi pergerakan ekonomi lokal.

"Dampak dari Damri ini adalah menghidupkan UMKM lokal, sehingga perekonomian para pedagang kecil bisa meningkat, sekaligus memberikan hiburan bagi masyarakat," tambahnya.

Guna memanjakan seluruh lapisan warga, kegiatan ini digelar sepenuhnya tanpa pungutan biaya pendaftaran alias gratis. Panitia juga menyediakan berbagai kejutan doorprize menarik bagi para peserta yang beruntung, dengan hadiah utama berupa sepeda listrik.

"Harapannya ke depan tradisi Damri bisa terus diadakan setiap tahunnya dan berlangsung semakin meriah," pungkas Wadaatul. ( herry )



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambang Sugihono Kembali Pimpin GM FKPPI Jember, Siap Bersinergi Bangun Daerah

Bupati Jember Lantik Puluhan Pejabat Administrator, Pengawas dan Kepala Puskesmas untuk Percepatan Layanan Publik

Yayasan Sosial Darma Budi Luhur Resmikan Kolumbarium Parantijati Jember, Siap Tampung Ribuan Abu Jenazah