Dispendik Jember Tingkatkan Kompetensi Pengawas dan Penilik Sekolah

Bimtek peningkatan kompetensi pengawas dan penilik

JEMBER. barathanews.com — Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Pengawas dan Penilik di Hotel Fortunagrande, Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini juga dihadiri oleh Plt. Kepala Dispendik Jember, Nurul Hafid Yasin, S.STP, M.Si, yang hadir secara langsung untuk memberikan motivasi serta arahan kerja kepada para peserta.

Langkah ini diambil untuk memperkuat peran pengawas dan penilik dalam mendampingi satuan pendidikan di wilayah Kabupaten Jember. Kegiatan bimtek ini diikuti oleh 42 peserta yang terdiri dari 6 penilik, 3 pengawas PAUD, 19 pengawas SD, dan 14 pengawas SMP. Pelatihan tersebut bertujuan untuk membekali para pengawas dengan kemampuan manajerial, pendampingan tata kelola, serta strategi pengembangan budaya mutu di sekolah.

Kabid Ketenagaan Dispendik Jember, Tulus Wijayanto, S.Pd, M.Si, menyampaikan bahwa pendampingan yang efektif dari pengawas sangat krusial bagi kemajuan sekolah. "Tugas utama pengawas atau penilik itu adalah mendampingi sekolah atau satuan pendidikan. Harapannya adalah ada peningkatan kinerja satuan pendidikan dan peningkatan kinerja sekolah," ujar Tulus saat ditemui di lokasi acara.

Tulus menambahkan bahwa tantangan pendampingan satuan pendidikan saat ini semakin dinamis seiring dengan adanya berbagai program prioritas nasional dan daerah yang harus didukung oleh lembaga sekolah. Melalui pelatihan ini, pengawas diharapkan mampu mendorong terbentuknya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berbasis Standar Operasional Prosedur (SOP) di setiap sekolah binaan.

"Kalau sudah bicara masalah budaya mutu, segala sesuatu itu harus ada SOP-nya yang ada di sekolah. Jadi, sekolah harus ngerti kalau misalkan melayani siswa, pembelajaran, bagaimana, itu sudah ada. Semuanya memberikan yang terbaik agar mutu kualitas yang ada di sekolah itu semakin meningkat," tegas Tulus.

Selain peningkatan kompetensi, Dispendik Jember juga menyoroti masalah rasio jumlah pengawas yang belum ideal. Saat ini, satu pengawas di Jember harus mendampingi 20 hingga lebih dari 40 sekolah, jauh dari rasio ideal yakni 1 pengawas untuk 10 sekolah.

"Kondisi yang sekarang ini, pengawas yang ada di Kabupaten Jember ini jauh kalau dari segi jumlah. Idealnya, satu pengawas itu adalah 10 sekolah. Tapi kenyataannya sekarang itu, satu pengawas bisa mendampingi lebih dari itu," ungkap Tulus.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Dispendik Jember berencana membuka seleksi pengisian pengawas baru sesuai petunjuk teknis terbaru dari pemerintah. Calon pengawas akan disaring dari guru yang berpengalaman menjabat sebagai kepala sekolah minimal selama dua tahun dan lulus uji kompetensi perpindahan jabatan.

Bimtek peningkatan kompetensi ini menghadirkan narasumber dari dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yakni Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan (BBPMP) dan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK).

( herry)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambang Sugihono Kembali Pimpin GM FKPPI Jember, Siap Bersinergi Bangun Daerah

Bupati Jember Lantik Puluhan Pejabat Administrator, Pengawas dan Kepala Puskesmas untuk Percepatan Layanan Publik

David Handoko Seto, Sosper Pendidikan Pancasila Dan Wawasan Kebangsaan