Gali Resep Kemandirian, PMI Jember Studi Tiru ke Sibat Tumpakrejo Malang
MALANG. barathanews.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember melakukan kunjungan studi tiru ke Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Kamis (15/1). Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari strategi kemandirian Sibat Tumpakrejo dalam menjalankan program edukasi kesiapsiagaan bencana secara berkelanjutan.
Kesuksesan Sibat Tumpakrejo tidak lepas dari sinergi kuat antara semangat relawan dan dukungan penuh pemerintah desa. Memasuki usia kelima sejak berdiri pada Februari 2021, Sibat di desa tersebut telah bertransformasi menjadi organisasi yang mandiri melalui pemberdayaan ekonomi kreatif.
Dukungan Dana Desa dan Ekonomi Kreatif
Kepala Desa Tumpakrejo, Miselan, menegaskan bahwa pihak pemerintah desa berkomitmen penuh mendukung operasional relawan.
"Hingga tahun 2026 ini, kami terus memberikan dukungan kepada Sibat Desa Tumpakrejo untuk berkegiatan di masyarakat. Kami mengalokasikan dana sebesar Rp40 juta dari pos anggaran Dana Desa," ujar Miselan.
Selain stimulus dari desa, Sibat Tumpakrejo berhasil membangun kemandirian finansial melalui sektor pertanian dan peternakan. Ketua Sibat Tumpakrejo, Misnan, menjelaskan bahwa pihaknya mengelola ternak kambing serta budidaya sayur-mayur seperti timun, cabai, dan terong.
"Hasil panen tersebut kami sisihkan sebagian untuk membiayai pelaksanaan program-program Sibat di desa kami secara mandiri," tambah Misnan.
Inovasi Sosial: Dari Stunting hingga Jalur Evakuasi
Di hadapan pengurus dan staf PMI Jember, relawan Sibat Tumpakrejo, Resita, memaparkan bahwa organisasi mereka tidak hanya bergerak saat terjadi bencana. Mereka aktif dalam isu kesehatan, seperti upaya penurunan angka stunting melalui pembangunan "Kampung Telur" yang bekerja sama dengan Dinas Sosial.
Selain itu, Sibat juga fokus pada peningkatan kapasitas masyarakat dengan:
* Pemasangan jalur evakuasi melibatkan Linmas setempat.
* Pelatihan Pertolongan Pertama bagi guru-guru sekolah.
* Penyusunan SOP Kebencanaan dan Kajian Risiko.
Apresiasi PMI Jember
Ketua PMI Jember, Zainollah, memberikan apresiasi tinggi atas capaian Sibat Tumpakrejo. Ia menilai model pemberdayaan di desa ini patut dicontoh untuk diterapkan di wilayah Jember.
"Sibat di sini luar biasa. Kami ingin belajar bagaimana cara memberdayakan masyarakat agar mau terlibat langsung, bahkan mampu melakukan simulasi bencana alam secara mandiri tanpa harus selalu bergantung pada instruksi pusat," ungkap Zainollah.
Keberhasilan Sibat Tumpakrejo menjadi bukti nyata bahwa koordinasi yang solid antara relawan, masyarakat, dan pemerintah desa dapat menciptakan ekosistem tangguh bencana yang tidak hanya mandiri secara finansial, tetapi juga multifungsi dalam melayani kebutuhan sosial masyarakat. (*)
Pewarta, : herry
Editor. : barathanews.com

Komentar
Posting Komentar