Jaga Kondusivitas Bulan Suro, PSHW Jember Apresiasi Soliditas PSHT di Bawah Kepemimpinan Mas Jono
![]() |
| Tulus Madiono ( kiri) bersama pengurus PSHT Jember |
JEMBER, barathanews.com – Menjelang datangnya bulan Suro yang menjadi momentum spiritual penting bagi insan pencak silat, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Jember – Pusat Madiun mengambil langkah proaktif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Bersama jajaran pemerintah, aparat keamanan, dan lintas perguruan, PSHT menggelar Apel Kebangsaan Kesiapan Pamter (Pengaman Terate) di Alun-Alun Jember pada Rabu (3/6/2026).
Langkah proaktif dan soliditas yang ditunjukkan oleh PSHT Cabang Jember ini pun mendapatkan apresiasi positif dari perguruan silat lainnya, salah satunya dari Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHW).
Penasihat Cabang PSHW Jember (Pusat Madiun), Tulus Madiono,Spd, menyampaikan rasa syukurnya atas kekompakan dan kondusivitas yang terjaga di Jember. Menurutnya, momentum bulan Suro biasanya menjadi waktu yang cukup rawan akan adanya pengerahan massa karena bertepatan dengan tradisi pengesahan warga baru.
"Alhamdulillah, sesuatu yang luar biasa untuk saudara-saudara dari PSHT sehingga bisa kompak. Karena di bulan Suro ini memang biasanya rawan pengerahan massa karena ada pengesahan itu," ujar Tulus Madiono.
Secara khusus, Tulus memuji kepemimpinan Ketua PSHT Cabang Jember, Mas Jono ( H. Jono Wasinudin, S.Kep, M.Si) . Ia menilai di bawah komando Mas Jono, PSHT Jember tumbuh menjadi organisasi yang sangat solid dan memiliki pemahaman berorganisasi yang matang. Hal ini berdampak langsung pada minimnya potensi kerusuhan di Jember, meskipun jumlah anggota PSHT tergolong sangat besar.
"Saya melihat PSHT Jember ini sangat solid di bawah kepemimpinan Mas Jono. Betul-betul paham tentang organisasi, sehingga bagi adik-adiknya di Jember ini hampir sedikit sekali terjadi kerusuhan yang melibatkan saudara-saudara PSHT yang jumlahnya sangat banyak," tambahnya.
Lebih lanjut, Tulus menjelaskan perbedaan skema kegiatan antara PSHT dan PSHW. Berbeda dengan PSHT yang melakukan pengesahan di tingkat cabang masing-masing, seluruh kegiatan krusial PSHW—termasuk proses pengesahan—berpusat langsung di Madiun.
Demi menghormati jalannya prosesi pengesahan warga baru PSHT sekaligus menghindari gesekan di lapangan, PSHW Jember secara sengaja memilih untuk membatasi aktivitas luar ruang massal selama momentum ini.
"Beda dengan perguruan kita di PSHW, semua kegiatan memang tersentral di Madiun. Sehingga pengesahan-pengesahan itu semua ada di Madiun. Jadi kegiatan PSHW di Jember ini memang sengaja tidak kita keluarkan, supaya tidak terjadi gesekan dengan saudara-saudara kita dari PSHT yang sekarang ini lagi melaksanakan pengesahan warga baru," pungkas Tulus ( herry)

Komentar
Posting Komentar