Ketua LMP Jember: Penutupan Sementara Dapur MBG Bukan Sanksi, Melainkan Upaya Standardisasi Gizi
![]() |
| Drs. EC H Helmi Murtoqi |
JEMBER – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember terus melakukan pembenahan internal guna memastikan kualitas asupan bagi para penerima manfaat. Menanggapi adanya dapur MBG yang dihentikan sementara operasionalnya, Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Cabang Jember, Drs. EC H. Helmi Murtoqi, memberikan pendapat.
Menurut Helmi, langkah yang diambil terhadap dapur tersebut bukanlah penutupan permanen, melainkan bentuk evaluasi atau suspensi sementara. Hal ini dilakukan agar pengelola dapur dapat memperbaiki fasilitas dan sistem penyajian makanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
"Jadi begini, yang ditutup itu bukan ditutup permanen, tapi disuspensi atau diperingati selama satu hingga dua minggu untuk pembenahan," ujar Helmi saat diwawancarai di sela-sela kegiatan Buka Bersama di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu (7/3/2026).
Helmi menekankan bahwa faktor utama dalam pembenahan ini adalah kualitas menu. Ia menegaskan bahwa setiap menu yang disajikan harus memenuhi standar minimal kesehatan dan mendapatkan pengawasan dari ahli gizi.
"Langkah Laskar Merah Putih ke depan adalah memastikan pembenahan ini berjalan. Menu-menu yang ada harus dikondisikan dengan baik dan sesuai dengan arahan ahli gizi dengan standar minimal yang berlaku," tambahnya.
LMP Jember berkomitmen untuk terus mengawal program MBG ini agar tidak hanya sekadar memberikan makan gratis, tetapi juga memberikan dampak kesehatan yang nyata bagi masyarakat Jember melalui asupan yang berkualitas.
Pembenahan ini diharapkan selesai dalam waktu dekat agar dapur tersebut dapat kembali beroperasi melayani masyarakat dengan kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
( herry)

Komentar
Posting Komentar