Diterjang Hujan dan Angin Kencang, Atap SDN Klungkung 2 Jember Ambruk
JEMBER. barathanews.com – Cuaca ekstrem memicu kerusakan fasilitas pendidikan di Kabupaten Jember. Atap bangunan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Klungkung 2, Kecamatan Sukorambi, dilaporkan ambruk total setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras yang disertai angin kencang. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 20 Mei 2026, sekitar pukul 14.26 WIB.
Kepala Sekolah SDN Klungkung 2, Titik Kurniawati, S.Pd., menjelaskan bahwa kerusakan pertama kali bermula dari bangunan perpustakaan sekolah.
"Waktu itu ada hujan deras sama angin di sini. Kemudian bangunan perpustakaan roboh duluan dan dilaporkan oleh penjaga sekolah. Ternyata, setelah dicek keesokan paginya, bukan hanya perpustakaan saja yang ambruk, melainkan ruang kelas 1 juga ikut roboh total," ujar Titik saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Akibat ambruknya atap ruang kelas 1 tersebut, material kayu dan genteng tampak berserakan memenuhi ruangan, sehingga tidak dapat digunakan lagi untuk proses belajar-mengajar. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan serta menjaga keselamatan siswa, pihak sekolah terpaksa memindahkan lokasi belajar ke ruang kelas lain yang berada di area atas.
"Untuk sementara, siswa kelas 1 kami alihkan ke ruang kelas di atas. Jadi, satu ruangan terpaksa disekat dan dibagi menjadi dua kelas. Kami khawatir jika tetap di bawah, kerusakan akan merembet ke ruang kelas 2 dan kelas 3 yang posisinya bersebelahan," tambah Titik.
Camat Sukorambi Minta Dinas Terkait Segera Cek Total Kelayakan Bangunan
Merespons kejadian tersebut, Camat Sukorambi, Musyafa, S.H.I., M.Si., langsung melakukan peninjauan ke lokasi SDN Klungkung 2. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, ia menilai kondisi bangunan di area bawah memang sudah cukup parah dan terdapat rembesan air yang berpotensi membahayakan.
"Kami meminta kepada pihak sekolah dan para guru untuk meningkatkan kewaspadaan. Yang paling utama dan harus diprioritaskan saat ini adalah keselamatan para murid," tegas Musyafa.
Lebih lanjut, pihak kecamatan berharap Dinas Pendidikan maupun dinas terkait dapat segera turun tangan untuk melakukan evaluasi dan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap seluruh struktur bangunan sekolah tersebut, bukan hanya pada ruang yang ambruk.
"Harapannya secepatnya ada tindak lanjut dari Dinas Pendidikan dan dinas terkait. Kalau bisa semuanya dicek secara total agar renovasinya nanti bisa menyeluruh dan tidak bolak-balik. Apalagi untuk ruang perpustakaan, itu memang bangunan lama yang sudah harus direnovasi ulang karena kondisinya sekarang sudah habis, tidak ada yang tersisa kecuali dindingnya saja," jelas Musyafa.
Kecamatan Sukorambi, khususnya di kawasan SDN Klungkung 2, memang dikenal sebagai salah satu wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi, terutama angin kencang dan hujan lebat. Selain itu, wilayah ini juga berada dekat dengan daerah aliran hulu Kali Jompo, sehingga faktor keselamatan bangunan sekolah yang menjadi tempat belajar anak-anak harus menjadi perhatian utama. (herry)

Komentar
Posting Komentar