Ribuan Massa Kepung DPRD Jember, Suarakan Dukungan Penuh untuk Keberlanjutan Program MBG
![]() |
| Ribuan massa demo dukungan untuk program MBG |
JEMBER. barathanews.com – Halaman Kantor DPRD Kabupaten Jember mendadak dipadati oleh lautan manusia pada Sabtu (20/6/2026). Lebih dari 10 ribu warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM) menggelar aksi unjuk rasa damai untuk menyatakan dukungan total mereka terhadap keberlanjutan program strategis nasional, utamanya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Aksi yang berlangsung tertib dan penuh semangat ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari emak-emak, pemuda Generasi Z, petani, pedagang, hingga para pekerja dan pemasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Selain mengawal Program MBG agar berjalan sukses tanpa hambatan, massa juga menyuarakan dukungan penuh bagi program kerakyatan lainnya seperti Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP) serta Sekolah Rakyat yang dinilai membawa dampak kesejahteraan nyata bagi masyarakat bawah. Melalui momentum ini, FMJM turut membawa delapan poin aspirasi yang ditujukan untuk memperkuat tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN) dari tingkat pusat hingga ke dapur produksi (SPPG), agar program mulia ini ke depan dapat berjalan semakin efektif, transparan, dan berkelanjutan di tingkat daerah.
Aspirasi ribuan warga ini diterima langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Jember, H. Ahmad Halim, yang mengapresiasi tinggi semangat positif masyarakat. Ia menegaskan bahwa seluruh dukungan dan aspirasi warga Jember ini akan segera diteruskan ke tingkat atas demi menyukseskan program nasional tersebut.
"Kami akan menyampaikan aspirasi ini kepada pemerintah pusat, termasuk kepada Presiden. Dalam demokrasi, perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, namun saling menghormati tetap harus dijaga," ujar Ahmad Halim di hadapan massa, sembari mengingatkan pentingnya sinergi lingkungan seperti pengelolaan sampah mandiri di sekitar dapur MBG demi menjaga higienitas.
![]() |
| Suciati, S.Pd |
Dukungan besar dari masyarakat ini bukannya tanpa alasan. Anggota Komisi D DPRD Jember dari Fraksi Golkar, Suciati, S.Pd, mengungkapkan bahwa Program MBG telah menjadi urat nadi perekonomian baru yang sangat berdampak bagi warga lokal. Saat ini, keberadaan 209 dapur SPPG di Jember terbukti mampu menyerap lebih dari 10.000 tenaga kerja lokal dan relawan. Suciati juga meluruskan bahwa dinamika teknis di lapangan, seperti penutupan sementara beberapa dapur, murni merupakan langkah pembinaan untuk mengoptimalkan sistem pembuangan limbah (Ipal) agar sesuai standar kesehatan sebelum dibuka kembali. Sementara kebijakan moratorium dapur baru dilakukan semata-mata agar sebaran dapur MBG ke depan lebih proporsional dan tepat sasaran di setiap kecamatan. (herry)


Komentar
Posting Komentar