Dua Dekade Menjaga Pelayanan Publik: Cerita Farid Wajdi dan Perjalanan 20 Tahun LSM MP3 Jember

Tasyakuran LSM MP3 Jember, HUT Ke 20

JEMBER. barathanews.com — Suasana santai dan penuh kehangatan mewarnai tasyakuran ulang tahun ke-20 LSM Masyarakat Peduli Pelayanan Publik (MP3) Jember pada Kamis (24/9/2026). Di tengah momen bahagia itu, Ketua LSM MP3 Jember, Drs. Farid Wajdi, S.H., duduk sejenak menceritakan kisah panjang bagaimana lembaga kontrol sosial ini sanggup bertahan hingga dua dekade.

Farid mengenang kembali masa-masa awal berdirinya lembaga ini pada 24 September 2006 lalu. Kala itu, lima orang dengan latar belakang yang berbeda duduk bersama membawa semangat yang sama untuk mengawal pelayanan publik di Kabupaten Jember.

"Lembaga ini dulu didirikan oleh lima orang, ada Pak H. Karimullah, Pak Mayor Udara Purnawirawan Subekti Wibowo, Pak H. Ahmad Nuryasin, almarhum Pak Heri Purnomo, dan saya sendiri," tutur Farid berkisah.

Menjalankan organisasi kemasyarakatan selama 20 tahun tentu bukan perkara gampang. Gelombang dinamika dan riak politik daerah datang berganti, namun LSM MP3 tetap kokoh berdiri. Saat ditanya rahasianya, Farid tersenyum dan menyebut satu kata kunci: kekompakan.

"Ya sejak berdiri sampai hari ini, dengan segala dinamikanya, kita dan teman-teman saling menjaga kekompakan dan silaturahmi. Lembaga sosial seperti ini kendalanya memang banyak, tapi alhamdulillah tak terasa sudah 20 tahun berjalan," lanjutnya.

Sikap netral dalam urusan politik praktis juga menjadi peredam potensi konflik di internal pengurus. Farid menceritakan, setiap kali momen Pilkada atau Pemilu tiba, pihak organisasi tidak pernah memaksakan arah dukungan ke salah satu calon maupun partai politik tertentu.

Acara pemotongan tumpeng 

"Anggota kita ini kan bervariasi latar belakang partainya. Jadi untuk urusan politik, kita bebaskan mereka mau memilih atau masuk tim pemenangan mana saja. Kita tidak pernah mengarahkan ke salah satu calon kepala daerah atau caleg. Karena dibebaskan itulah, tidak pernah ada benturan di internal walau pilihannya berbeda," jelas Farid.

Kendati aktif melakukan pendampingan masyarakat dan memantau program pemerintah di berbagai kecamatan, Farid jujur mengakui satu kelemahan lembaganya, yakni minimnya publikasi. Kerja-kerja nyata anggota di lapangan sering kali tak tersiarkan ke publik.

"Teman-teman di kecamatan itu sebenarnya sering ada kegiatan, tapi ya itu, jarang diunggah ke media sosial atau media massa. Padahal sekarang kan sudah era digital. Ke depan ini yang mau kita benahi, kita manfaatkan medsos untuk mengabarkan kinerja organisasi," ungkapnya.

Menatap perjalanan ke depan, LSM MP3 yang kini memiliki sekitar 90 anggota berencana membuka pintu rekrutmen lebih lebar lagi. Farid mengingatkan jajarannya agar tak terlalu selektif dalam merangkul anggota baru di tingkat kecamatan.

"Organisasi ini butuh keseimbangan antara pekerja pikiran dan pekerja lapangan. Kalau cuma mengandalkan pemikir saja tidak akan jalan, begitu juga kalau lapangan saja tanpa ada yang memikirkan. Makanya kita dorong teman-teman di kecamatan untuk lebih terbuka merekrut anggota baru supaya LSM MP3 ini bisa terus berbenah dan memberi manfaat lebih luas," tutup Farid dengan penuh optimisme. ( herry)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambang Sugihono Kembali Pimpin GM FKPPI Jember, Siap Bersinergi Bangun Daerah

Bupati Jember Lantik Puluhan Pejabat Administrator, Pengawas dan Kepala Puskesmas untuk Percepatan Layanan Publik

Yayasan Sosial Darma Budi Luhur Resmikan Kolumbarium Parantijati Jember, Siap Tampung Ribuan Abu Jenazah