PMI Goes To Pesantren, Donor Darah Bikin Tubuh Lebih Sehat dan Banyak Pahalanya
JEMBER – Donor darah bukan hanya aksi kemanusiaan untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah. Bagi umat Islam, donor darah juga dapat menjadi bentuk sedekah yang memberikan manfaat besar bagi sesama.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan PMI Goes To Pesantren yang digelar PMI Kabupaten Jember di lingkungan Pondok Pesantren Riyadus Sholihien Jember. Kegiatan tersebut diisi dengan edukasi mengenai donor darah sekaligus ajakan kepada pengurus yayasan, masyarakat pesantren, wali santri, untuk ikut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan, Sabtu, 26/9/2026.
Ketua Yayasan Pendidikan Islam Riyadlus Sholihien Jember, H Abdullah Faruq alias Gus Aab, mengatakan donor darah merupakan salah satu bentuk sedekah yang relatif mudah dilakukan, namun manfaatnya sangat besar bagi orang lain.
“Donor darah ini sedekah yang paling murah. Insyaallah pahalanya besar karena darah yang kita sumbangkan manfaatnya besar bagi pasien yang membutuhkan,” ujar Gus Aab.
Menurutnya, darah yang disumbangkan pendonor dapat menjadi bagian penting dalam membantu menyelamatkan pasien di rumah sakit yang membutuhkan transfusi.
Sementara itu, Kepala UDD PMI Kabupaten Jember dr. M. Agus Burhansyah memberikan edukasi mengenai darah, fungsi darah dalam tubuh, serta manfaat donor darah bagi pendonor maupun penerima.
Dokter Burhan menjelaskan, donor darah tidak hanya memiliki nilai kemanusiaan, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan pendonor. Ia menyebutkan, dahulu donor darah umumnya dilakukan dengan interval tiga bulan sekali. Namun, dengan ketentuan dan pemeriksaan kesehatan yang berlaku, pendonor yang memenuhi syarat kini dapat mendonorkan darah setiap dua bulan.
“Dulu donor darah tiga bulan sekali, sekarang bisa dua bulan sekali,” jelas Dokter Burhan.
Ia menerangkan, tubuh manusia memiliki mekanisme untuk memproduksi kembali sel-sel darah. Karena itu, donor darah yang dilakukan sesuai persyaratan kesehatan dan interval yang ditentukan dapat menjadi salah satu aktivitas sosial yang sekaligus memberikan manfaat bagi pendonor.
Dokter Burhan juga mengaitkan tradisi donor darah dengan budaya pengobatan dalam masyarakat Islam yang telah lama mengenal praktik seperti bekam dan fasdu, yakni pengeluaran darah yang dalam tradisi tersebut dilakukan dengan tujuan tertentu.
“Bagi umat Islam sendiri sudah ada budaya bekam dan fasdu yang mengeluarkan darah untuk kesehatan tubuh. Sedangkan donor darah juga mengeluarkan darah, tetapi sekaligus memiliki nilai sedekah,” terangnya.
Menurut Dokter Burhan, nilai utama donor darah terletak pada manfaat darah yang diberikan kepada pasien. Darah yang terkumpul melalui donor akan diproses oleh UDD PMI untuk kemudian digunakan bagi pasien yang membutuhkan sesuai ketentuan pelayanan transfusi darah.
“Donor darah itu menyehatkan dan juga menjadi sedekah. Insyaallah pahalanya banyak karena kita membantu pasien di rumah sakit yang membutuhkan darah,” katanya.
Melalui program PMI Goes To Pesantren, PMI Kabupaten Jember berharap semakin banyak kalangan santri, pengasuh, pengurus pesantren, dan masyarakat sekitar yang memahami pentingnya donor darah sekaligus tergerak menjadi pendonor sukarela.
Selain memenuhi kebutuhan darah untuk pelayanan rumah sakit, gerakan donor darah di lingkungan pesantren juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian kemanusiaan di kalangan generasi muda. (*)
Pewarta: herry

Komentar
Posting Komentar