​Perumda Air Minum Salatiga Luncurkan Logo Baru dan Aplikasi SIGAP untuk Perkuat Layanan Digital

Logo baru Perumda Air Minum Kota Salatiga 

SALATIGA. barathanews.com – Langkah nyata dalam membenahi kualitas layanan air bersih kembali ditunjukkan oleh Perumda Air Minum Kota Salatiga, secara resmi mengumumkan pembaruan logo perusahaan sekaligus merilis aplikasi layanan pelanggan digital bernama SIGAP (Sistem Informasi Gangguan dan Pengaduan), Minggu (26/10/2026).

Momen penting ini dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, antara lain Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp.OG., Ketua DPRD Salatiga Dance Ishak Palit, Sekretaris Daerah sekaligus Dewan Pengawas Muthoin, serta jajaran Forkopimda, kepala OPD, mitra kerja, hingga perwakilan warga dari 23 kelurahan.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Salatiga, Imron Cahyadi, S.E., menegaskan bahwa peluncuran logo baru ini tidak sebatas peremajaan tampilan visual, melainkan bentuk komitmen perusahaan untuk bertransformasi menjadi lembaga yang semakin profesional, inovatif, dan responsif.

Launching Logo Baru 

"Kami ingin agar masyarakat tidak hanya mengenal logo baru kami, tetapi benar-benar merasakan perubahan dalam pelayanan kami," kata Imron. Hal ini selaras dengan tagline anyar yang diusung, yakni “Mengalirkan Manfaat, Lebih Cepat, Lebih Peduli”.

Design logo baru tersebut merupakan hasil sayembara nasional yang dibuka sejak 19 Juni 2026 dan diikuti oleh 167 peserta dari berbagai wilayah. Penjurian ketat dilakukan oleh lima juri lintas profesi, termasuk Wali Kota, Ketua DPRD, Dirut Perumda, akademisi Anthony Y.M. Tumimomor, dan desainer grafis Tri Asih Munaji. Hasilnya, karya Aditya Sapta Aji asal Yogyakarta keluar sebagai juara pertama, disusul Andreans Endhi Winanto (Semarang) di posisi kedua, dan Achyal Munif (Tanah Bumbu, Kalsel) di posisi ketiga.

Di sisi lain, perkenalan aplikasi SIGAP menjadi inovasi utama dalam mempercepat penyelesaian keluhan warga. Lewat aplikasi ini, masyarakat dapat memantau serta melaporkan berbagai kendala teknis seperti pipa bocor atau kemacetan aliran air secara terstruktur. Laporan tersebut otomatis masuk ke sistem dan langsung diteruskan ke tim teknis di lapangan.

Imron menekankan, kesuksesan SIGAP nantinya tidak diukur dari tingginya angka pengunduh aplikasi, melainkan dari seberapa tanggap dan cepat petugas dalam menyelesaikan setiap masalah yang dilaporkan warga. (ADV)



Pewarta: herry 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambang Sugihono Kembali Pimpin GM FKPPI Jember, Siap Bersinergi Bangun Daerah

Bupati Jember Lantik Puluhan Pejabat Administrator, Pengawas dan Kepala Puskesmas untuk Percepatan Layanan Publik

Yayasan Sosial Darma Budi Luhur Resmikan Kolumbarium Parantijati Jember, Siap Tampung Ribuan Abu Jenazah