Jelang Nataru, Pasar Murah Gempita di Desa Karangsono Bangsalsari Diserbu Warga

Masyarakat antri beli beras SPHP dan  Minyakita dari Bulog Jember 

JEMBER. barathanews.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (Diskopumdag) kembali menggelar program Pasar Murah "GEMPITA" (Gerakan Pasar Murah Pengendali Inflasi Penuh Cinta). Setelah sukses di Kecamatan Tanggul dan Rambipuji, titik ketiga kegiatan ini dilaksanakan di Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, pada Selasa (28/10/2026) untuk menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027.

Pelaksanaan pasar murah ini disambut dengan antusiasme yang sangat tinggi oleh masyarakat. Tidak butuh waktu lama, sekitar 300 kg telur ayam yang dibanderol dengan harga terjangkau Rp20.000 per kilogram ludes diserbu warga hanya dalam kurun waktu kurang dari satu jam.

Camat Bangsalsari, Beni Armindo Ginting, S.STP., menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk melihat langsung antusiasme masyarakat terhadap produk kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, hingga telur. 

 "Pasar murah di Kecamatan Bangsalsari di Desa Karangsono ini kita melihat masyarakat sangat antusias ya, terutama kaitan dengan produk-produk kebutuhan dasar sembako," ujar Beni Armindo Ginting saat ditemui di lokasi.

Camat Bangsalsari membuka pasar murah

Beni menambahkan, karena kegiatan ini baru pertama kalinya digelar di Desa Karangsono, pihaknya menilai respons masyarakat sangat luar biasa mengingat harga yang ditawarkan berada di bawah pasaran umum. 

"Tentu harganya di bawah pasar, otomatis kan masyarakat membludak untuk belanja. Hal semacam ini tentu perlu ada kesinambungan atau keberlanjutan," tambahnya.


Guna menjaga ketertiban serta memastikan distribusi merata dan tepat sasaran kepada masyarakat luas, panitia memberlakukan pembatasan pembelian untuk komoditas tertentu. 

"Tadi untuk beras 5 kg di harga Rp55.000 itu kita lihat, terus untuk telur dan minyak. Minyak itu ada harga berapa, lupa saya, coba dilihat, minyak Rp15.000 [per 2 liter dibatasi], telur Rp20.000 [per kg]. Itu kan di bawah rata-rata, karena di pasaran kalau nggak salah rata-rata telur itu Rp22.000, kalau beras itu paling nggak Rp65.000," jelas Beni merinci harga komoditas.

Lebih lanjut, Camat Bangsalsari menegaskan bahwa program pasar murah ini memiliki tujuan strategis ganda dalam membantu meringankan beban ekonomi warga pedesaan. 

 "Ini sangat membantu masyarakat, sehingga masyarakat diringankan dalam konsen pengeluarannya. Jadi masyarakat diringankan dalam memenuhi kebutuhan primernya, kebutuhan pangannya," terangnya.

Selain itu, program ini juga melibatkan sejumlah UMKM lokal dan supplier besar agar perputaran ekonomi terus berjalan guna menekan laju inflasi di Kabupaten Jember. 

"Harapannya ini sering-sering dilaksanakan, juga untuk meringankan beban masyarakat dalam rangka pemenuhan kebutuhan mereka. Juga kami untuk menekan inflasi, kalau perputaran ini terus jalan kan otomatis inflasi bisa ditekan, khususnya di Kabupaten Jember," pungkas Beni.

Telor ludes tidak sampai 1 jam

Tingginya animo masyarakat juga dirasakan langsung oleh para pembeli yang hadir, termasuk warga dari luar kecamatan seperti Jarotun Syifa, warga Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari. Meskipun lokasinya cukup jauh, ia sengaja datang bersama kerabatnya karena mengetahui informasi dari saudaranya di lokasi. 

 "Ya, soalnya ada saudara di sini. Harganya murah daripada yang di pasar [bebas]. Saya beli minyak goreng, telur, terus santan, sama gula," ungkap Jarotun.


Ia merinci bahwa minyak goreng dibeli seharga Rp15.000 (dibatasi 2 liter) dan telur seharga Rp20.000 per kilogram, di mana pembelian tersebut dibatasi oleh petugas di lokasi. 

"Dibatasi, maksimal dua [untuk minyak]. Harapannya semoga lebih lancar kembali," pungkasnya. ( herry)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambang Sugihono Kembali Pimpin GM FKPPI Jember, Siap Bersinergi Bangun Daerah

Bupati Jember Lantik Puluhan Pejabat Administrator, Pengawas dan Kepala Puskesmas untuk Percepatan Layanan Publik

Yayasan Sosial Darma Budi Luhur Resmikan Kolumbarium Parantijati Jember, Siap Tampung Ribuan Abu Jenazah