Kawal Program Makan Bergizi, Ahmad Hoirozi Desak Pengetatan Standar SPPG di Jember

Jember. barathanews.com Anggota DPRD Kabupaten Jember, Ahmad Hoirozi, S.Kom., menggelar agenda reses masa sidang ke-1 tahun 2026 pada Sabtu (14/03/2026). Dalam pertemuan tersebut, legislator dari fraksi pengusung ini menekankan pentingnya pengawasan berlapis terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar benar-benar berdampak pada pengentasan stunting dan ekonomi kerakyatan.

Hoirozi menyoroti pentingnya integritas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai garda terdepan distribusi makanan. Ia mengungkapkan bahwa tindakan tegas telah diambil terhadap pengelola yang tidak kompeten.

> "SPPG harus difilter ketat. Kita butuh pengelola yang loyal pada program, bukan sekadar bisnis asal-asalan. Saat ini 18 SPPG telah disuspensi karena tidak memenuhi standar operasional dan higienitas," tegas Hoirozi di hadapan konstituen.

Lebih lanjut, ia merinci penambahan dapur produksi di beberapa wilayah strategis guna memastikan jangkauan program lebih merata, meliputi:

 * Pakusari: 3 unit

 * Ajung: 5 unit

 * Kaliwates: 4 unit

 * Sumbersari: 7 unit

Fokus Infrastruktur dan Kesejahteraan Sosial

Selain isu gizi, Hoirozi juga membawa kabar baik mengenai percepatan infrastruktur di Jember. Rencana besar pembangunan fly over dan pelebaran jalan jalur Jember–Lumajang kini masuk dalam pengawalan ketat DPRD untuk mengurai titik-titik kemacetan parah yang selama ini dikeluhkan warga.

Di sektor kesejahteraan, politisi berlatar belakang teknologi informasi ini memaparkan beberapa capaian penting:

 * Guru Ngaji & Beasiswa: Honor guru ngaji dipastikan telah terdistribusi 100%, dibarengi dengan penambahan kuota anggaran beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dan kurang mampu.

 * Penyediaan Lapangan Kerja: Operasional dapur SPPG diwajibkan menyerap tenaga kerja lokal dari lingkungan sekitar guna menekan angka pengangguran.

Ketahanan Pangan dan Sinergi Bulog

Menutup agenda resesnya, Ahmad Hoirozi menekankan bahwa program MBG harus bersinergi dengan petani lokal. Ia memastikan Bulog akan mengintervensi dengan menyerap hasil panen petani Jember sesuai standar kualitas yang ditetapkan. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga di tingkat produsen sekaligus menjamin pasokan bahan baku makanan bergizi tetap segar dan sehat.

( herry)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disnaker Jember Gelar Bimtek Verifikasi Dan Validasi Data Pekerja Rentan/ Buruh Petani Tembakau, Akan Diajukan Untuk Menerima Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Pansus LKPJ DPRD, Kadin Jember Usulkan Kawasan Khusus Ekonomi Dan Aplikasi Cinta UMKM

Bambang Sugihono Kembali Pimpin GM FKPPI Jember, Siap Bersinergi Bangun Daerah