Kadispendik Jember Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Bebas Pungutan

JEMBER . barathanews.com – Pemerintah Kabupaten Jember akan memulai tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Dalam sosialisasi yang digelar di Aula Graha Wiyata Mandala pada Kamis (7/5/2026), Dinas Pendidikan Jember menekankan pentingnya menjaga integritas agar proses pendaftaran siswa berjalan tertib dan sesuai aturan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahjono, SE, menegaskan komitmennya untuk menghadirkan proses seleksi yang objektif. Dengan melibatkan kepolisian, kejaksaan, hingga inspektorat, pihak dinas ingin memastikan bahwa tidak ada celah bagi praktik pungutan liar atau titipan dalam bentuk apa pun.

Kapasitas Kelas Mengacu pada Dapodik

Salah satu fokus utama tahun ini adalah penataan kuota yang lebih rapi dengan mengacu sepenuhnya pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Arief menjelaskan bahwa setiap sekolah wajib mengikuti ketentuan jumlah siswa per kelas yang telah ditetapkan agar suasana belajar tetap kondusif.

Untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), jumlah siswa dibatasi maksimal 28 orang per kelas. Sedangkan untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), kapasitas maksimal ditetapkan sebanyak 32 siswa per kelas, menyesuaikan dengan ketersediaan ruang kelas dan tenaga pengajar yang ada.

Pembagian Jalur Masuk SMP

Guna memberikan akses pendidikan yang merata, skema penerimaan SMP dibagi ke dalam empat kategori:

 alur Zonasi (50%): Untuk siswa yang berdomisili dekat dengan lokasi sekolah.

 Jalur Prestasi (25%): Mengapresiasi siswa berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik, termasuk para Hafiz Al-Qur'an.

 Jalur Afirmasi (20%): Memberikan prioritas bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

 Jalur Perpindahan (5%): Menampung putra-putri pegawai yang berpindah tugas ke Jember.

Mendorong Kesadaran Pemerataan Kualitas

Arief juga mengajak orang tua untuk lebih bijak dalam memilih sekolah dan tidak lagi terpaku pada istilah "sekolah favorit". Menurutnya, pemerintah telah melakukan standardisasi kualitas guru dan fasilitas di seluruh sekolah di Jember secara merata.

"Kami terus mengedukasi masyarakat bahwa saat ini semua sekolah di Jember memiliki mutu yang setara. Standar pelayanan pendidikan dan kualitas pengajarnya sudah merata, sehingga anak-anak bisa belajar dengan baik di mana saja," tutur Arief.

Agenda sosialisasi ini ditutup dengan penandatanganan pakta integritas bersama jajaran Polres, Kejaksaan, Dinas Sosial, Dispendukcapil, Diskominfo, dan Dishub sebagai bentuk keseriusan dalam mewujudkan pendidikan Jember yang adil dan transparan. 

( herry)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambang Sugihono Kembali Pimpin GM FKPPI Jember, Siap Bersinergi Bangun Daerah

NJOP di Jember Naik Drastis, REI Berharap Pemerintah Jadi Jembatan Komunikasi

Yayasan Sosial Darma Budi Luhur Resmikan Kolumbarium Parantijati Jember, Siap Tampung Ribuan Abu Jenazah