JEMBER . barathanews.com – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) resmi membuka rekrutmen bagi 31 petugas survei lapangan. Langkah ini bertujuan untuk memvalidasi ulang data Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) agar lebih akurat dan sesuai dengan kondisi terkini di lapangan.
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pendapatan Daerah, Deni Wijananto, mengungkapkan bahwa pembaruan database pajak sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Hal ini dikarenakan banyaknya perubahan fisik pada objek pajak yang belum terlaporkan.
“Kami menyadari ada kebutuhan mendesak untuk memperbarui database. Banyak objek pajak di lapangan yang sudah berubah fungsi, misalnya lahan yang tadinya kosong kini sudah berdiri bangunan. Hal-hal seperti inilah yang harus kita sasar agar datanya relevan,” ujar Deni pada Rabu, 6 Mei 2026.
Deni memaparkan bahwa pada tahun 2025 lalu, capaian PBB di Jember menyentuh angka 60 persen. Dengan rekrutmen ini, para petugas nantinya akan diterjunkan ke seluruh kecamatan untuk melakukan verifikasi data secara langsung.
Menariknya, pekerjaan ini dirancang dengan sistem partisipatif. Meski para petugas terikat kontrak selama tiga bulan dengan honor Rp 2,85 juta per bulan, mereka diberikan keleluasaan dalam mengatur waktu kerja.
“Sifatnya partisipasi masyarakat, jadi jam kerjanya fleksibel. Namun, komitmen terhadap target tetap menjadi prioritas utama,” tegas Deni mengenai skema kerja yang berbasis target dan absensi digital tersebut.
Pendaftaran rekrutmen ini terbuka hingga 13 Mei 2026 bagi masyarakat umum dengan latar belakang pendidikan minimal SMA. Beberapa syarat teknis yang diwajibkan antara lain kepemilikan SIM C, kendaraan pribadi, serta kemampuan mengoperasikan aplikasi pemetaan di ponsel Android.
Pihak Bapenda menekankan bahwa seleksi ini murni untuk warga sipil dan bukan untuk kalangan ASN. Deni berharap, hasil survei ini dapat menjadi lompatan besar bagi pendapatan daerah.
“Tahun ini kami fokuskan khusus pada PBB agar hasilnya lebih optimal. Dengan data yang akurat, kita bisa memetakan potensi daerah secara riil dan membangun Jember dengan pondasi data yang lebih sehat,” pungkasnya. ( herry)
Komentar
Posting Komentar