Mahasiswa UNEJ “Cicipi” Wawasan Kebangsaan Lewat Filosofi Tami Cap Jay


JEMBER . barathanews.com-  Ada banyak cara untuk menanamkan rasa nasionalisme pada generasi muda, salah satunya adalah melalui lidah. Bertempat di Aula Vihara Jagatamaitreya, sebanyak 50 mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) Universitas Jember (UNEJ) mengikuti program Nusantara Kreatif bertajuk “Eksplorasi Kuliner Nusantara sebagai Wujud Implementasi Wawasan Nusantara” pada Selasa (12/5).

​Kegiatan yang diinisiasi oleh Rumah Edukasi Creative bersama Komunitas Kuliner Nusantara Jember ini mengajak mahasiswa menyelami keberagaman budaya melalui sepiring Tami Cap Jay, kuliner vegetarian khas Tionghoa yang telah menjadi bagian dari kekayaan rasa di Indonesia.

Belajar dari Dapur: Filosofi di Balik Rasa

​Mahasiswa tidak hanya duduk mendengarkan teori, tetapi terjun langsung mempraktikkan teknik memasak di bawah bimbingan narasumber Feny Suryaningsih dan Yuyu dari Vihara Jagatamaitreya. Melalui interaksi ini, mahasiswa belajar bahwa setiap bahan dan bumbu dalam Tami Cap Jay menyimpan sejarah akulturasi budaya yang harmonis.

​Dosen pendamping PKN UNEJ, Katrin Leba, S.Ag., M.Th., menegaskan bahwa metode experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman ini jauh lebih efektif untuk memahami konsep Wawasan Nusantara.

​“Kuliner adalah identitas budaya yang mengandung nilai sejarah dan sosial. Mahasiswa perlu memahami Wawasan Nusantara bukan sekadar teori di buku, melainkan melalui pengalaman nyata yang menyentuh panca indera,” ujar Katrin.

Peran Perempuan sebagai Penjaga Tradisi

​Dalam kesempatan tersebut, Katrin juga menyoroti peran sentral perempuan sebagai “benteng” pelestari tradisi. Menurutnya, melalui dapur rumah tangga, perempuan memastikan resep warisan tidak punah digilas zaman.

​Senada dengan hal itu, Sholehati perwakilan dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DINSOSP3A) Kabupaten Jember turut memberikan apresiasi. Ia menekankan bahwa perempuan Nusantara kini memiliki peran ganda: sebagai penjaga keaslian resep sekaligus inovator yang mampu mengemas kuliner tradisional agar tetap relevan bagi generasi Z.

Menjaga Identitas Bangsa

​Redi Saputro Direktur Rumah Edukasi Creative menjelaskan bahwa program ini adalah bentuk kampanye untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri. Dengan mengenal lebih dalam apa yang mereka makan, mahasiswa diharapkan sadar bahwa keberagaman kuliner adalah simbol persatuan.

​Melalui kegiatan ini, pesan yang ingin disampaikan sangat jelas: melestarikan kuliner tradisional berarti menjaga kedaulatan budaya Indonesia. Keberagaman rasa dalam satu piring Tami Cap Jay adalah cerminan nyata dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika. (*)


Pewarta: herry 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambang Sugihono Kembali Pimpin GM FKPPI Jember, Siap Bersinergi Bangun Daerah

NJOP di Jember Naik Drastis, REI Berharap Pemerintah Jadi Jembatan Komunikasi

Yayasan Sosial Darma Budi Luhur Resmikan Kolumbarium Parantijati Jember, Siap Tampung Ribuan Abu Jenazah