Siasati Kemarau Panjang, KTNA Jember Dorong Irigasi Mandiri dan Peluang Kemitraan dengan Perumda PDP Kahyangan
![]() |
| Mohammad Sholeh, SH |
JEMBER . barathanews.com. Sektor pertanian di Kabupaten Jember tengah menghadapi tantangan sekaligus peluang akibat anomali cuaca dan musim kemarau panjang. Meski ketiadaan hujan mengancam pasokan air, kondisi ini justru dimanfaatkan oleh petani hortikultura serta memicu potensi kolaborasi strategis dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Jember, Mohammad Sholeh, S.H., menyampaikan bahwa kondisi kemarau panjang memberikan dampak ganda bagi para petani setempat.
"Menghadapi anomali musim kemarau panjang ini, ada susahnya karena tidak ada air hujan turun. Namun di sisi lain, ada senangnya juga bagi petani tanaman tertentu," ujar Mohammad Sholeh yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua KTNA Provinsi Jawa Timur saat acara pelantikan Direksi Perumda Tirta Pandalungan di Pendopo Bupati Jember, Senin (20/6/2026).
Sholeh menjelaskan, kesulitan air akibat kemarau dapat diatasi melalui intervensi pemerintah daerah bersinergi dengan Kementerian Pertanian RI, khususnya lewat Program Optimalisasi Lahan (Opla) dan Irigasi Perpompaan (Irfam).
"Pemkab Jember melalui Dinas Pertanian TPHP telah menjalankan program Opla, pembenahan saluran irigasi tersier maupun sekunder, hingga pengeboran air tanah Irfam dengan kedalaman 40 sampai 100 meter. Ini sangat membantu petani," terangnya.
Di sisi lain, cuaca kering justru menguntungkan komoditas hortikultura (seperti cabai dan kubis) serta tembakau. Tanaman jenis ini tidak memerlukan air melimpah seperti padi.
"Kalau terlalu banyak air atau ada hujan deras terus-menerus, tanaman horti dan tembakau justru busuk (londot) dan mati. Dengan air terukur saat ini, hasilnya bisa lebih maksimal," tambahnya.
Selain itu, Sholeh juga berharap ada inovasi atau ekspansi, kerja sama antara petani misalnya dengan BUMD seperti PDP Kahyangan Jember.
Di tempat terpisah, Direktur Umum dan Keuangan Perumda PDP Kahyangan Jember, Dima Achyar, S.H., mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang merumuskan langkah-langkah strategis dan merencanakan arah bisnis perusahaan ke depan.
"Hari ini semua pihak yang kira-kira nanti bisa menjadi mitra untuk meningkatkan performa PDP tentu akan kita libatkan. Namun saat ini kami masih melakukan perumusan kebijakan dan menyusun rencana bisnis ke depan," ungkap Dima Achyar.
Dima menambahkan, proses penyusunan rencana bisnis tersebut juga membuka peluang keterlibatan para petani lokal secara langsung.
"Apakah nanti dalam rencana bisnis itu pada gilirannya akan melibatkan para petani? Ya, nanti kita masih dalam proses menyusun rencana bisnis tersebut," jelasnya.
Sinergi antara program pemerintah, keterbukaan BUMD seperti PDP Kahyangan, dan daya tahan petani diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menopang perekonomian Kabupaten Jember di tengah perubahan iklim. ( herry)

Komentar
Posting Komentar