Perumda Tirta Pandalungan Jember Perbaiki Tata Kelola Internal dan, Cari Pendanaan APBN Untuk 15 Ribu Pelanggan Baru

Ardani Yusuf 

JEMBER. barathanews.com — Perumda Tirta Pandalungan Kabupaten Jember tengah gencar melakukan pembenahan tata kelola perusahaan secara menyeluruh dari tingkat regulasi hingga efisiensi finansial. Langkah ini diambil guna memuluskan target ekspansi 15 ribu pelanggan baru melalui kucuran bantuan APBN.

Direktur Utama Perumda Tirta Pandalungan, Ardani Yusuf, S.T., MT., menyampaikan hal tersebut usai menghadiri undangan pembinaan BUMD di Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Jember pada Senin (31/8/2026).

"Barusan kita diundang oleh Bagian Perekonomian karena Bagian Perekonomian merupakan pembina, tangan kanannya Pak Bupati sebagai pembina BUMD. Tadi saya sampaikan beberapa tahapan terkait program kerja, yang di mana tentunya untuk peningkatan dan bagaimana kondisi tata kelolanya," ujar Ardani.

Ia menerangkan bahwa pembenahan aturan internal harus diselaraskan dengan regulasi hukum di atasnya, mulai dari tingkatan Perda hingga aturan teknis kepegawaian.

"Sampai saat ini saya sampaikan tadi kondisi mulai dari aturan, kemudian Perda, kemudian hierarkinya turunan dari PP itu seperti apa, turunan dari Permendagri itu seperti apa, dan itu harus dipenuhi. Artinya harus ada perbaikan-perbaikan. Mulai dari Perda, Pembu (Perbup), peraturan yang ada di dalam, peraturan SDM, kepegawaian, peraturan terkait PBJ, banyak hal-hal yang perlu kita perbaiki. Dan juga aturan-aturan bekas direksi yang lama kita harus adendum, kita harus rubah terhadap direksi yang baru. Intinya lebih kepada tata kelola," terangnya.

Ketat Batasi Rasio Keuangan dan Cari Solusi Modal

Sebagai BUMD kategori PDAM skala kecil, Ardani menegaskan bahwa manajemen menerapkan parameter ketat untuk menjaga kesehatan kas perusahaan.

"Tentu ada beberapa target program kerja yang menjadi standar kerja kita. Berapa sih harus pendapatan, berapa sih operasionalnya, semua kan ada ketentuannya. Bicara Perum Pandalungan ini berada pada kategori PDAM kecil, sehingga misalkan BOPO-nya tidak boleh lebih daripada 90%, kemudian rasio operasional tidak boleh lebih daripada 40%. Hal-hal itu yang perlu kita batasi dan menjadi acuan," jelasnya.

Untuk mengatasi keterbatasan modal investasi internal, pihaknya berupaya memburu skema pendanaan dari luar kas perusahaan.

"Tapi tentunya target-target yang bicara peningkatan harus tetap dijalankan. Tapi ya namanya PDAM kecil ya, ada keterbatasan investasi. Bagaimana caranya? Ya tentunya kita harus mencari pendanaan lainnya. Melalui APBN sedang kita kejar bantuan-bantuan. Selama melalui APBN, tentunya kalau pendapatan kita sudah baik, kemampuan keuangan kita sudah bagus, ya tidak menutup kemungkinan kita pinjaman perbankan, tidak menutup kemungkinan kita kerja sama swasta. Insyaallah hal-hal itu sedang kami rancang dengan tiga direksi," tuturnya.

Ekspansi Tiga Wilayah dan Target Readiness Criteria

Terkait penambahan jaringan, Perumda Tirta Pandalungan berencana menambah suplai air baku sebesar 150 liter per detik yang mencakup wilayah Mayang, Ajung, dan Sumbersari.

"Ke depan kita akan nambah kurang lebih di 150 liter per detik, ada di tiga wilayah: Mayang, Ajung, dan Sumbersari. Tentunya itu menjadi penambahan kapasitas. Rencananya 150 liter itu kalau kita bicara standar 1 liter untuk 100 pelanggan, berarti kurang lebih di 15.000 pelanggan ke depannya," paparnya.

Namun, pencairan bantuan APBN tersebut menuntut pemenuhan sejumlah dokumen readiness criteria yang harus dirampungkan dalam kurun waktu tiga bulan.

"Tapi tentunya ini harus kerja keras karena kita usulkan melalui APBN. APBN itu harus ada readiness criteria, persyaratan-persyaratan yang sedang kita penuhi dalam waktu 3 bulan ke depan. Mulai dari Rencana Bisnis, Rencana Induk SPAM, dokumen lingkungan, perizinan pengambilan air baku, izin pemasangan pipa melalui PU ataupun jalan nasional. Kemudian DRDA atau daftar pelanggan yang menjadi PDAM, nah itu sedang kita kerjasamakan dengan universitas supaya melakukan survei," tambahnya.

Ia berharap proses pembenahan komprehensif ini mampu mendongkrak performa BUMD di tingkat regional.

"Harapannya ya PDAM Pandalungan bisa menjadi yang terbaik di Jawa Timur. Dan tentunya kembali lagi, bisa menyokong pemerintah daerah Kabupaten Jember melalui dividen yang lebih besar," pungkas Ardani Yusuf. ( herry)

(herry)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambang Sugihono Kembali Pimpin GM FKPPI Jember, Siap Bersinergi Bangun Daerah

Yayasan Sosial Darma Budi Luhur Resmikan Kolumbarium Parantijati Jember, Siap Tampung Ribuan Abu Jenazah

NJOP di Jember Naik Drastis, REI Berharap Pemerintah Jadi Jembatan Komunikasi